Food For Thoughts

Sunk Cost Fallacy, Salah Satu Alasan Susah Keluar dari Toxic Relationship

Pernah gak lo merasa udah kenyang, tapi lo masih maksa buat makan karna lo udah menghabiskan uang untuk beli makanan itu. Sama juga dengan lo udah pacaran lama, walaupun lo tau itu toxic relationship. Lo tetap pertahanin hubungannya karena lo merasa udah banyak uang, waktu, usaha, dan banyak yang lo keluarkan buat pasangan. Mungkin lo terjebak Sunk cost fallacy.

Sunk cost fallacy adalah bias kognitif yang membuat lo merasa harus terus-menerus menghabiskan uang, waktu, dan usaha untuk satu situasi yang dimana lo udah terlalu “sunk” atau tenggelam di dalamnya.

Makanya kenapa lo gak putus-putus padahal hubungannya udah gak sehat, karna lo gak mau semua effort, uang, dan waktu lo seakan terbuang sia-sia.

Menurut National Institutes of Health (NIH), sunk cost fallacy akan berujung pada pembuatan keputusan-keputusan yang gak masuk akal dan emotion-based

Lo merasa bakal lebih rugi daripada untung, makanya lo membuat keputusan berdasarkan apa yang udah lo habiskan di masa lalu, dibandingkan keuntungan masa depan. Lo jadi “terjebak” dalam suatu hal yang udah gak menyenangkan buat lo.

Ujung-ujungnya lo bakal stuck, dan kehilangan sumber daya berharga, energi, waktu, dan uang. Penting lo sadari saat terjebak di sunk cost fallacy kalau uang, tenaga, dan waktu yang lo habiskan gak bisa lo terima lagi. Apa yang udah lo berikan dulu udah gak relevan dengan masa depan.

Tau kapan lo harus “cabut”

Kasi batas yang jelas kapan memang lo harus bertahan, dan kapan lo harus pergi. Tanpa ada batasan itu, lo bakal stuck.

Contohnya, lo udah merasa hubungan lo gak bakal bekerja dalam jangka waktu panjang, tapi lo tetap bertahan karena hubungannya lagi baik-baik aja. 

Dilansir dari verywellmind.com, Dr. Safai bilang kalau prediktor masa depan adalah masa lalu. Jadi kalau hubungan lo, pertemanan, hobi, kerjaan, dan lain-lain lo sekarang gak memberikan dampak positif, gak membuat bahagia, gak berkontribusi apapun dalam hidup lo, maka akan terus begitu di masa depan.

Coba pertimbangkan juga beberapa hal seperti kalau apa yang lo dapatkan terlalu jomplang dengan effort yang lo berikan, mungkin waktunya lo cabut.

Dengan apa yang masih lo berikan sekarang, waktu, uang, tenaga buat hubungan lo yang gak ada masa depannya itu, apakah bakal lebih baik lo mengalokasikan semua itu untuk sesuatu yang lebih pasti dan punya dampak positif?

Kalau lo merasa makin dan semakin gak pede dengan apa yang apa yang lagi lo jalanin, mungkin itu adalah pertanda sebaiknya lo cabut.

Related posts
Food For Thoughts

Kenapa sih Orang Suka Gossip?

Food For Thoughts

Negativity Bias, Ketika Lo Cuma Fokus Sama Hal Negatif

Food For Thoughts

Anak Kedua Lebih Sering Jadi Pembuat Masalah

Food For Thoughts

Orang yang Terobsesi Sama Seleb Kurang Cerdas ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *