Food For Thoughts

Jenis Boundaries Cara Menerapkannya

Pasti Lo tau apa arti kata “boundaries”. Tapi, apakah Lo tau makna boundaries itu sendiri?

Secara sederhana, boundaries adalah bagaimana Lo menjaga diri dengan menetapkan batasan-batasan.

Ketika Lo bisa menetapkan boundaries yang tepat, Lo bisa mengurangi perasaan kesal, marah, atau kecewa.

Ada 3 tipe orang dengan boundaries. Ada yang sangat ketat, agak longgar, hingga yang gak punya boundaries sama sekali.

Kalau Lo punya boundaries yang ketat, maka biasanya Lo cenderung:

  • Menjaga jarak dengan orang lain
  • Menghindari hubungan yang terlalu dekat
  • Tampak terpisah, bahkan dari pasangan sendiri
  • Punya sedikit teman dekat

Kalau Lo punya boundaries yang longgar, maka biasanya Lo cenderung:

  • Ikut campur dalam masalah orang lain
  • Sulit bilang “tidak” ke orang lain
  • Overshare dengan orang lain
  • Berusaha menyenangkan orang lain karena takut ditolak

Kalau Lo mengerti bagaimana menetapkan boundaries, maka Lo bisa menentukan sikap seperti apa yang akan Lo terima dari orang lain dan bagaimana orang lain berekspektasi tentang respon Lo ke mereka.

Orang yang memiliki boundaries yang baik cenderung:

  • Berbagi informasi pribadi dalam porsi yang pas kepada orang lain (gak terlalu banyak dan gak teralalu sedikit)
  • Memahami kebutuhan dan keinginan diri sendiri serta tau gimana cara mengomunikasikannya
  • Menghargai pendapat pribadi
  • Bisa bilang “tidak” ke orang lain

Meskipun begitu, Lo bisa menerapkan boundaries yang berbeda-beda sesuai lingkungan. Contohnya, di lingkungan kerja Lo menerapkan boundaries yang ketat, sementara di lingkungan keluarga dan pertemanan Lo menetapkan boundaries yang lebih longgar.

Penerapan boundaries tiap orang juga berbeda-beda tergantung pada budaya daerah masing-masing. Bisa saja di budaya satu, membagikan informasi pribadi itu gak sopan, tapi di budaya lain, membagikan informasi bisa jadi tanda kepercayaan.

Ada 5 jenis boundaries, yaitu, fisik, emosional, finansial, seksual, dan intelektual. 

Batasan fisik mengacu pada ruang pribadi, privasi, dan tubuh. Apakah Lo senang berkontak fisik dengan seseorang di publik atau tidak.

Batasan emosional adalah tentang perasaan orang. Apakah Lo senang untuk membagikan perasaan Lo tentang semua hal ke teman atau pasangan Lo, atau gak.

Batasan finansial mengacu pada uang. Kalau Lo mau menabung, maka jangan pinjamkan uang Lo ke teman atau orang lain yang mau meminjam dari Lo.

Batasan intelektual menyangkut ide dan pendapat orang lain. Seseorang telah melewati batasna intelektual kalau dia tidak menghargai ide atau pendapat orang lain.

5 Cara Menetapkan dan Me-maintain Boundaries

Untuk Lo yang mau mulai menerapkan boundaries, ini dia 5 cara yang bisa Lo lakukan, dilansir dari psychcentral.com.

1. Refleksi Diri

Agar bisa menetapkan boundaries yang baik, Lo perlu mengerti mengapa boundaries itu penting dan bagaimana boudaries akan bermanfaat untuk kehidupan Lo dalam jangka waktu panjang.

2. Mulai dari Hal Kecil

Jika sebelumnya Lo gak punya boundaries, maka Lo mulai menetapkannya pelan-pelan. Bisa coba dari satu hal dulu.

Dengan begitu, Lo akan lebih nyaman dengan langkah yang Lo ambil dan punya waktu untuk memikirkan apakah hal itu membuat hidup Lo lebih baik atau gak.

3. Konsisten

Saat memutuskan untuk set boundaries, maka sebaiknya Lo konsisten dengan itu.

Kalau gak, akan muncul kebinggungan dan ekspektasi orang lain ke Lo juga bisa berubah-ubah.

Coba buat batasan Lo konsisten dan stabil. Dengan begitu, keyakinan terhadap diri Lo senediri juga lebih kuat dan garis-garisn yang sudah Lo tetapkan tetap jelas.

4. Berhati-hati dengan Media Sosial

Media sosial membuat batassan-batasan jadi kabur. Banyak orang yang jadi oversharing atau yang memebeberkan informasi pribadi secara gak sadar.

Oleh karena itu, pastikan apa yang Lo share di sosial media Lo sudah Lo kurasi dengan baik. Jangan sampai itu menjadi bumerang yang balik menyerang Lo.

5. Terus Komunikasikan

Komunikasi sangat penting daalam dunia boundaries. Terutama ketika seseorang sering melewati boundaries Lo.

Lo bisa bilang baik-baik supaya mereka mengerti. Tegaskan juga boundaries yang Lo terapkan.

Misalnya, ketika seseorang menelepon Lo malam-malam saat Lo mau tidur, Lo bisa bilang kayak “Gue ngerti Lo mau ngorbol, tapi cara terbaik yang bisa Lo lakukan adalah chat, dan akan segera Gue balas kalau masih bangun.”

Related posts
Food For Thoughts

Kenapa sih Orang Suka Gossip?

Food For Thoughts

Negativity Bias, Ketika Lo Cuma Fokus Sama Hal Negatif

Food For Thoughts

Anak Kedua Lebih Sering Jadi Pembuat Masalah

Food For Thoughts

Orang yang Terobsesi Sama Seleb Kurang Cerdas ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *