Food For Thoughts

Generalis Atau Spesialis, Mending yang Mana?

Kalau lo disuruh pilih, mending jago banget dalam satu hal, atau bisa banyak hal tapi gak ada yang lo jagoin banget? Alias milihjadi spesialis, atau generalis?

Mari kita bedah satu-satu dulu, apa itu spelialis, generalis, dan mending lo milih yang mana?

Spesialis

Spesialis adalah seseorang yang sangat terampil dan jago pada bidang tertentu. Biasanya mereka belajar untuk mendapatkan skill yang mereka punya. Makanya, keterampilan yang dimiliki seorang spesialis sering dicari-cari orang.

Ada banyak tipe spesialis di luar sana, terlebih kalau lo mulai menggali satu industri yang spesifik. Contohnya, dibidang marketing ada spesialis yang fokus pada copywriter, content writer,  atau SEO.

Dibidang medis ada dokter yang fokus pada penyakit umum, penyakit dalam, dokter kulit, atau dokter gigi.

Generalis

Seorang generalis punya kemapuan yang luas. Mereka gak fokus pada satu skill tertentu, seperti spesialis. Mereka bisa dikit-dikit dalam banyak bidang. 

Orang yang baru terjun ke dunia kerja biasanya jadi generalis dulu, mereka mulai coba meraba-raba apa yang sekiranya cocok dengan kemampuan dan minat mereka. Setelah menemukannya, mereka bakal mendalami itu dan menjadi seorang spesialis. 

Generalis vs Spesialis, Mending yang Mana?

Setelah mengerti apa itu generalis dan spesialis, gimana nasibnya kalau diterapkan ke dunia kerja? Ini dia beberapa insight yang bisa lo pikirkan terlebih dulu, dilansir dari thevectorimpact.com.

Tahap permulaan

Menjadi seorang spesialis butuh waktu. Berapa lama waktu yang harus lo habiskan untuk jadi spesialis juga tergantung sama bidang yang mau lo ambil. Misalnya, menjadi spesialis di bidang medis butuh waktu bertahun-tahun sampai lo mendapat gelar spesialis itu.

Kalau lo mau mulai dengan cepat, jadilah seorang generalis. Lo bisa ambil pekerjaan entry-level di industri yang lo minati. 

Jadi, intinya semua balik ke lo lagi. Kalau mau mulia kerja cepat, fokus jadi seorang generalis. Kalau lo mau mendapatkan bayaran yang lebih tinggi, dan rela mengeluarkan biaya dan menghabiskan waktu lebih lama, jadilah seorang spesialis.

Demand dan persaingan

Dalam dunia kerja, ada keuntungan dan kerugian masing-masing menjadi seorang spesialis dan generalis. 

Kalau lo memilih menjadi seorang spesialis, mungkin saingan lo akan lebih sedikit karena gak banyak orang yang menguasai kemampuan spesifik yang lo miliki. Oleh karena itu spesialis lebih unggul dalam masalah persaingan.

Tapi disisi lain, seorang spesialis bakal lebih susah menemukan perusahaan yang sesuai dengan kemampuan mereka secara general. 

Sementara itu, buat seorang generalis, persaingan mereka bakal lebih ketat karena banyak orang yang menguasai bidang yang sama dengan generalis dengan level sedang yang sama pula.

Jadi generalis harus muter otak biar bisa menonjol dibandingkan kandidat lain. Apa hal unik lain yang bisa lo tawarkan dan membuat lo beda dari yang lain?

Dibandingkan spesialis, generalis lebih banyak pilihan pekerjaan dan perusahaan. Bidang yang mereka ambil tidak terlalu spesifik dan gak sedalam spesialis.

Fleksibilitas dan tingkat stres

Buat fleksibilitas dan tingkat stres, yang menang adalah generalis. Untuk spesialis, lo harus mencintai pekerjaan lo. Kenapa?

Seorang generalis yang menguasai banyak bidang, meskipun gak mendalam lebih bisa “kabur” dari pekerjaan atau perusahaan yang toxic. Mereka bisa dengan cepat menemukan pekerjaan lain. Seperti yang udah dijelaskan di atas seorang generalis lebih gampang mencari pekerjaan karena skill mereka lebih umum dan banyak dicari perusahaan. 

Jadi kalau udah merasa burnout, generalis bisa langsung beralih ke skill  lain atau cari perusahaan baru. Inilah yang menjadikan generalis lebih fleksibel daripada spesialis.

Sementara itu, seorang spesialis lebih mungkin merasa “terjebak” di suatu perushaan karena kemampuannya yang spesifik dan sedikit perusahaan yang membuka lowongan untuk itu. 

Makanya, buat spesialis mau pindah perusahaan pun sulit. Mau banting setir ke pekerjaan lain juga gak bisa karena gak menguasai bidang itu. 

Jalan tengah: bisakah menjadi generalis dan spesialis bersamaan?

Kenapa harus milih salah satu kalau lo bisa jadi keduanya sekaligus? 

Orang yang adalah generalis, tapi juga spesialis biasanya disebut “the T-shaped worker”. Bayangkan garis horizontal di huruf “T” bagian atas adalah generalis dan garis vertikalnya adalah spesialis.

Garis horizontal di atas melambangkan luasnya bidang yang dikuasai generalis, sedangkan vertikal melambangkan dalamnya bidang yang dikuasai spesialis.

Contohnya, seorang jurnalis yang adalah spesialis di bidang tulis menulis. Tapi dia juga bisa ngedit foto, video, megang kamera, dan jadi host, walaupun semuanya entry-level.

Related posts
Food For Thoughts

Kenapa sih Orang Suka Gossip?

Food For Thoughts

Negativity Bias, Ketika Lo Cuma Fokus Sama Hal Negatif

Food For Thoughts

Anak Kedua Lebih Sering Jadi Pembuat Masalah

Food For Thoughts

Orang yang Terobsesi Sama Seleb Kurang Cerdas ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *