Food For Thoughts

Perfeksionis Bisa Jadi Penghambat

Biasanya saking ambisnya untuk mencapai tujuan, kita sering menjadi orang yang perfeksionis. Selalu berusaha mencapai kesempurnaan. Meskipun punya standar yang tinggi baik, tapi kalau berlebihan justru bisa jadi penghambat kesuksesan dan kebahagian.

Perfeksionis yang mengejar kesempurnaan bisa menyebabkan stres, kecemasan, dan penurunan rasa harga diri. 

Ini dia beberapa jebakan perfeksionisme yang perlu lo perhatikan.

1. Kesempurnaan adalah ilusi

perfeksionis

Perfeksionisme sering dipicu karena takut akan kegagalan atau penolakan. Seorang perfeksionis menetapkan standar yang sulit untuk dicapai untuk diri mereka sendiri, dan selalu terobsesi menghindari kesalahan atau kekurangan.

Tapi itu semua hanya ilusi. Gak ada orang yang bisa mencapai kesempurnaan setiap saat, kalau lo menetapkan harapan yang gak realistis. Ujung-ujungnya bakal kecewa.

2. Takut gagal dan menunda pekerjaan

Orang yang perfeksionis sering takut gagal. Saking takutnya bakal membuat kesalahan atau gak bisa mencapai harapan mereka sendiri, perfeksionis enggan untuk memulai atau menyelesaikan tugas mereka.

Ketakutan ini menyebabkan prokrastinasi dan kebingungan, karena takut tidak memenuhi standar mereka, itu menghambat kemajuan mereka sendiri. 

Akibatnya, banyak peluang bisa terlewatkan dan pekerjaan bisa jadi gak kelar.

3. Penurunan harga diri

perfeksionis

Perfeksionis menghubungkan harga diri dengan prestasi mereka. Ketika mereka gak mencapai standar yang realistis itu, mereka akan meresa gak berdaya dan mengritik diri mereka sendiri.

Pengejaran ketidaksempurnaan ini memberikan sedikit ruang untuk merawar diri, relaksasi, dan mengurangi tingkat kebahagiaan tentang keserhanaan hidup.

4. Harapan yang gak realistis

Perfeksionis gak hanya menetapkan standar yang tinggi untuk mereka sendiri, tapi juga biasanya orang lain. 

Mereka juga mengharapkan kesempurnaan dari orang yang ada di sekitar mereka, seperti teman, keluarga, dan rekan kerja.

Tentu hal ini memengaruhi hubungan mereka. Mungkin hubungan mereka bakal jadi tegang. 

Perfeksionis juga sulit mendelegasikan tugas atau menerima bantuan dari orang lain karena mereka percaya kalau orang lain bisa mencapai standar mereka. 

perfeksionis

Meskipun usaha untuk mencapai kesempurnaan adalah sesuatu yang berharga, perfeksionisme yang berlebihan dapat menghambat kesuksesan dan kebahagiaan kita. Dengan menetapkan standar yang tidak realistis, takut akan kegagalan, dan menghubungkan harga diri kita hanya pada prestasi, kita terjebak dalam siklus kecemasan, kritik terhadap diri sendiri, dan peluang yang terlewatkan. 

Sementara itu, merangkul ketidaksempurnaan memungkinkan kita untuk mengembangkan kasih sayang pada diri sendiri, mendorong pertumbuhan pribadi, dan menikmati perjalanan hidup daripada hanya terfokus pada hasil akhir. 

Dengan melepaskan perfeksionisme, kita membuka diri untuk mendapatkan kepuasan, kebahagiaan, dan kesuksesan yang lebih besar dalam semua aspek kehidupan.

Related posts
Food For Thoughts

Kenapa sih Orang Suka Gossip?

Food For Thoughts

Negativity Bias, Ketika Lo Cuma Fokus Sama Hal Negatif

Food For Thoughts

Anak Kedua Lebih Sering Jadi Pembuat Masalah

Food For Thoughts

Orang yang Terobsesi Sama Seleb Kurang Cerdas ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *