Food For Thoughts

Konsep Time Billionaire yang Mengubah Hidup

Menurut data Biro Pusat Statistik, harapan hidup masyarakat Indonesia rata-rata adalah  75 – 77,5 tahun. Makanya, Lo harus mengenal konsep time billionaire.

Dalam satu tahun, lo mempunyai sekitar 31 juta detik. Kalau dikali dengan 75 tahun, maka lo memiliki sekitar 2,3 miliar detik.

Lo adalah seorang miliarder. 

Memang bukan punya duit yang miliaran, tapi pernah gak Lo menyadari kalau aset yang bener-bener gak bisa tergantikan adalah waktu.

Ada yang namanya time billionaire. Konsep ini diperkenalkan oleh Graham Duncan, salah satu pendiri East Rock Capital.

Time billionaire merujuk pada seseorang yang memiliki 1 miliar detik yang tersisa di hidup mereka.

Kalau Lo masih muda, berarti Lo kaya. Bukan kaya uang, tapi kaya waktu. Makanya, jangan Lo sia-siakan kekayaan Lo.

Mungkin angka 2 miliar itu terlihat terlalu berat. Maka Lo bisa menggunakan perhitugan hari. 75 tahun sama dengan 27 ribu hari.

Dengan apa yang Gue paparkan diatas, Lo bisa menghitung sendiri perkiraan berapa lama lagi Lo hidup.

Iya, memang terkesan mengerikan. Tapi, waktu Lo sadar kalau Lo hidup gak selamanya dan waktu terus berjalan, maka Lo bisa lebih mempertimbangkan bagaimana menghabiskan waktu Lo yang terbatas ini.

Dengan hidup yang terbatas ini, masa, sih, Lo gak mau sukses?

Dalam Youtube Agusleo Halim, ia menjelaskan ada 5 tipe kekayaan: finansial, sosial, fisik, mental, dan waktu.

Seiiring kita bertambah usia, semua orang memiliki goals yang berbeda-beda. Termasuk kekayaan apa yang mereka cari.

Jadi, terserah Lo mau melakukan apa, mengejar apa, karena gak ada jawaban yang benar atau salah.

Dengan konsep time billionaire, Lo bisa jadi lebih sadar dan thoughtful tentang apa yang Lo lakukan. Jangan sampai Lo di situ-situ aja.

Jadi, apakah hal yang lakukan sekarang bisa membawa Lo ke tempat yang Lo mau? Atau justru sebaliknya?

Related posts
Food For Thoughts

Fear of the Unknown, Kiat Menghadapi Hidup yang Gak Pasti

Food For Thoughts

Lucky Girl Syndrome, Ternyata Ada Sisi Negatifnya

Food For Thoughts

Learned Helplessness, Perasaan Pasrah dan Gak Berdaya

Food For ThoughtsLifestyle

Insecure Tentang Badan? Kurangin Sosmed, Kata Penelitian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *