Food For Thoughts

Alasan Kenapa Lo Butuh Konflik

Waktu dengar kata “konflik” kebanyakan yang ada di otak kita adalah sesuatu yang negatif. Padahal, kadang konflik itu memang diperlukan karena ada sesuatu yang harus berubah.

Konflik sering terjadi ketika sebuah kepercayaan atau norma orang saling berbenturan satu sama lain. 

Meskipun mirip, tapi konflik dan perbedaan pendapat itu berbeda. Kalau perbedaan pendapat bersifat terbuka. Orang-orang yang berbeda pendapat tau pendapat satu sama lain gimana.

Dalam perbedaan pendapat, biasanya akan terjadi argumen dan setelah dibicarakan, bisa mencapai sebuah persetujuan, atau pihak yang terlibat memilih untuk menjalani kepercayaan mereka masing-masing.

Disisi lain, konflik bersifat lebih tertutup. Orang-orang yang terlibat dalam konflik sering membuat asumsi yang kuat tentang apa yang dipikirkan satu sama lain. Balik lagi, itu hanya asumsi.

Makanya, konflik sering terjadi karena kesalahpahaman. Mereka yang sedang berkonflik punya keinginan kecil untuk membicarakan secara terbuka dengan orang yang bersangkutan. Konflik sering melibatkan personal values. Makanya, konflik bisa diselesaikan dengan komunikasi, saling meluruskan kesalahpahaman, dan memahami POV satu sama lain. 

Kunci menyelesaikan konflik adalah mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya, bukan saling berasumsi tentang satu sama lain.

Intinya, konflik gak selalu buruk, kadang malah ada konflik yang sehat, yang memang diperlukan.

Konflik yang sehat bisa meningkatkan kesadaran akan adanya masalah dan bisa membuat suatu hal jadi lebih baik dari sebelumnya. Sederhananya, konflik bisa menciptakan inovasi yang dibutuhkan.

Selain itu, konflik juga bisa membuat orang yang terlibat untuk lebih efektif membuat keputusan, dan pada akhirnya bisa mempererat hubungan karena lo jadi saling memahami satu sama lain.

Gini caranya membangun konflik yang sehat

Sayang, kan, kalau konflik yang bisa membuahkan inovasi itu malah memperkeruh keadaan. Nah, makanya supaya konflik yang diperlukan itu bisa diselesaikan dengan baik, ini dia yang perlu lo lakukan, dilansir dari masterclass.com.

1. Saling mendengarkan 

Selalu masuk ke ruangan untuk membicarakan konflik dengan telinga yang mau mendengarkan. Buang dulu ego lo jauh-jauh.

Belajar jadi pendengar yang aktif supaya orang yang ngomong sama lo, atau yang berkonflik dengan lo merasa didengarkan.

Dengan membiarkan lawan bicara lo ngomong dulu dan lo mendengarkan secara aktif, bisa membuat lo menyadari kalau asumsi lo tentang sesuatu itu sebenarnya salah.

2. Pakai “i” statement

Saat lo menyampaikan sesuatu sebagai orang pertama, lo akan menggunakan kata “saya”. Hal itu akan menghindari lo menunjuk jari secara gak sopan ke orang lain.

Dengan menggunakan “i” statement juga bakal membuat orang lain gak merasa diperlakukan secara gak sopan, atau merasa terpojokkan.

3. Mencari akar permasalahan

Coba telusuri lagi konflik yang terjadi dan cari akar permasalahannya. Lo bisa coba membuat garis waktu untuk flash back dan melihat asal muasal konflik itu muncul.

Dengan begitu, lo bisa menyederhakan permasalahan dan fokus mencari solusi untuk akar konflik itu sendiri.

4. Beri pujian

Mungkin ini sulit dilakukan kalau lo sedang terlibat konflik dengan seseorang. Tapi gak dipungkiri dengan memberikan pujian itu bisa meredakan situasi di ruangan. 

Memuji orang yang berkonflik dengan lo dengan memperhatikan sisi positif dari aspeknya doi bisa membangun kepercayaan kalau lo benar-benar berusaha untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

5. Coba berkompromi

Coba cari win-win solution, dimana semua pihak yang berkonflik merasa diuntungkan. Kompromi juga adalah salah satu kunci untuk menyelesaikan sebuah konflik.

Setelah pihak yang berkonflik saling berkomunikasi, cari jalan keluar yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Related posts
Food For Thoughts

Kenapa sih Orang Suka Gossip?

Food For Thoughts

Negativity Bias, Ketika Lo Cuma Fokus Sama Hal Negatif

Food For Thoughts

Anak Kedua Lebih Sering Jadi Pembuat Masalah

Food For Thoughts

Orang yang Terobsesi Sama Seleb Kurang Cerdas ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *